Warga Mareje yang Mengungsi Akhirnya Kembali Pulang

14
Antuasiasme warga Mareje untuk kembali pulang ke rumah masing-masing. Kamis (13/05/2022). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Setelah kurang lebih sepekan mengungsi, sekitar 53 warga Mareje yang mengungsi di Polres Lombok Barat akhirnya kembali pulang. Khususnya setelah kondisi di Mareje dipastikan kondusif pasca-keributan akibat kesalahpahaman hingga terjadi pengrusakan rumah warga.

Warga yang sempat mengungsi pun menyambut kepulangan mereka dengan suka cita. Mereka dengan girangnya berebut menaiki kendaraan yang telah disediakan pihak kepolisian. Setelah naik kendaraan, mereka melambaikan tangan kepada para personel yang telah menemani mereka selama mengungsi di sana.

“Jangan lagi ada kejadian yang membuat publik punya persepsi yang berbeda tentang kita,” ucap Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang turut hadir melepas kepulangan para pengungsi di Polres Lobar, Kamis (12/05/2022).

Menurutnya, NTB merupakan miniatur dan replika Indonesia dengan berbagai keragaman yang ada. Sehingga harmonisasi di tengah keragaman itu, selama ini dinilai telah berjalan dengan baik.

“Mungkin karena ada gesekan-gesekan politik lokal, menyebabkan orang menangkap isu-nya berbeda,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, yang menyebut kondisi di Mareje sudah lama aman. Namun para pengungsi baru dipulangkan sekarang sebagai langkah antisipasi, lantaran maraknya isu-isu simpang siur yang masih beredar di media sosial.

“Sebenarnya sudah lama amannya, tapi kita menghindari isu-isu yang dibuat sama orang luar,” ungkap dia. Terkait upaya perbaikan enam rumah yang rusak, ia menyebut perencanaan di tingkat Pemda sudah rampung dan pengerjaannya akan segera dimulai secara bertahap.

“Perencanaannya di tingkat pemerintah daerah sudah selesai. Kemarin rapat, insyaallah besok sudah mulai dikerjakan,” terang dia.

Pemda bersama berbagai unsur pun akan menggelar “roah bersama” di Mareje pada Rabu pekan depan. Kegiatan itu untuk menghangatkan kembali kebersamaan, antara lain dengan meminta para perempuan di Mareje memasak hidangan bersama untuk dinikmati seluruh masyarakat.

Kapolres Lobar, AKBP Wirasto Adi Nugroho menjelaskan saat ini situasi dan kondisi terakhir di Mareje sudah kondusif. Namun, hingga saat ini personel kepolisian masih tetap disiagakan untuk berjaga di sana hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Dari hasil asesmen kita terkait situasi di Mareje, sehingga penilaian kita dari satgas bahwa saat ini pengungsi sudah bisa dikembalikan,” pungkasnya. (yud)